![]()
SPC Flooring atau Laminate Flooring? Kenali Perbedaannya Sebelum Membeli

Memilih material lantai tidak cukup hanya dengan melihat motif dan tampilannya. Laminate flooring dan SPC flooring sama-sama menawarkan tampilan menarik untuk interior, tetapi memiliki karakteristik material yang berbeda. Perbedaan ini memengaruhi ketahanan, penggunaan, dan kenyamanan lantai dalam jangka panjang.
Karena itu, penting untuk memahami perbedaan laminate flooring dan SPC flooring sebelum menentukan pilihan. Dengan mengetahui karakter masing-masing material, Anda bisa menyesuaikan jenis lantai dengan kondisi ruangan dan kebutuhan penggunaan tanpa memilih hanya berdasarkan tampilan.
💡 Ingin mengetahui SPC Flooring DR.HOUZ yang paling sesuai untuk proyek Anda? Hubungi tim DR.HOUZ
Apa Itu Laminate Flooring dan SPC Flooring?
Laminate flooring dan SPC flooring adalah dua jenis material yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan interior. Keduanya memiliki tampilan yang menyerupai kayu atau material lainnya, tetapi menggunakan bahan dan struktur yang berbeda. Memahami karakter dasar masing-masing material akan membantu melihat perbedaannya sebelum menentukan pilihan.
SPC Flooring
SPC flooring adalah lantai dengan inti Stone Plastic Composite yang memadukan bahan mineral dan polimer. Struktur intinya menghasilkan papan yang padat dan stabil. SPC flooring juga memiliki lapisan dekoratif pada permukaan sehingga menghadirkan tampilan seperti kayu, batu, atau motif lainnya.
Laminate Flooring
Laminate flooring adalah lantai yang menggunakan papan berbasis serat kayu sebagai inti, kemudian dilengkapi dengan lapisan dekoratif dan lapisan pelindung pada permukaannya. Struktur ini membuat laminate flooring memiliki tampilan menyerupai kayu dengan pilihan motif dan warna yang beragam.
Apa Perbedaan Laminate Flooring dan SPC Flooring?
Perbedaan laminate flooring dan SPC flooring bisa dilihat dari material, karakter, hingga kebutuhan penggunaannya. Meskipun keduanya menghadirkan tampilan yang menyerupai kayu, struktur material yang berbeda yang membuat masing-masing memiliki karakter tersendiri. Berikut beberapa perbedaan utama yang perlu diperhatikan sebelum memilih.
Baca Juga: Dari Lantai ke Nilai Properti: Mengapa SPC Flooring Jadi Pilihan Banyak Developer
Perbedaan Material dan Struktur
SPC flooring menggunakan inti Stone Plastic Composite yang menggabungkan material mineral dan polimer. Inti ini memiliki struktur yang padat dan kaku, kemudian dilengkapi lapisan dekoratif dan lapisan pelindung di bagian permukaan.
Laminate flooring menggunakan inti berbasis serat kayu yang dilengkapi dengan lapisan dekoratif dan lapisan pelindung. Struktur ini membuat laminate flooring memiliki tampilan yang menyerupai kayu dan memberikan karakter yang khas saat digunakan sebagai lantai interior.
Perbedaan Ketahanan terhadap Air
SPC Flooring memiliki inti yang tidak berbasis kayu sehingga memiliki ketahanan terhadap air yang lebih baik. Karakter ini membuat SPC lebih sesuai untuk ruangan yang memiliki risiko terkena tumpahan atau kelembapan.
Laminate flooring memiliki inti berbasis kayu sehingga air dan kelembapan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Paparan air yang berlebihan atau berlangsung lama bisa memengaruhi kondisi material.
Perbedaan Stabilitas Material
SPC flooring memiliki inti yang padat dan kaku sehingga menawarkan stabilitas material yang baik. Karakter ini membuatnya lebih sesuai untuk kebutuhan yang memerlukan material lantai dengan bentuk yang stabil.
Laminate flooring bisa terpengaruh oleh kondisi lingkungan, terutama ketika ruangan memiliki kelembapan tinggi. Karena itu, kondisi ruangan menjadi salah satu pertimbangan saat menggunakan material ini.
Perbedaan Tampilan dan Sensasi Saat Diinjak
SPC flooring menawarkan berbagai motif, seperti kayu dan batu. Struktur yang lebih padat membuat SPC memiliki sensasi yang lebih solid dan rigid saat diinjak.
Laminate flooring menawarkan motif kayu yang memberikan kesan hangat dan natural. Lapisan permukaannya juga menghadirkan tekstur yang menyerupai karakter kayu.
Selain perbedaan material dan karakter, terdapat beberapa aspek praktid yang bisa menjadi pertimbangan sebelum memilih. Tabel berikut merangkun perbedaannya tanpa mengulang pembahasan pada bagian sebelumnya.
| Aspek | SPC Flooring | Laminate Flooring |
| Perawatan sehari-hari | Lebih praktis untuk pembersihan rutin | Perlu membatasi penggunaan air saat membersihkan |
| Kondisi lantai dasar | Memerlukan permukaan yang rata, bersih, dan stabil | Memerlukan permukaan yang rata, kering, dan bersih |
| Risiko penggunaan | Lebih sesuai untuk area dengan risiko paparan air | Kurang sesuai untuk area dengan paparan air tinggi |
| Kebutuhan ruangan | Menjadi pilihan untuk area dengan kelembapan lebih tinggi | Lebih ideal untuk area interior yang relatif kering |
| Fokus pemilihan | Kepraktisan dan ketahanan terhadap air | Tampilan dan karakter interior |
| Pertimbangan pemasangan | Kerataan dan kestabilan permukaan perlu diperhatikan | Kondisi permukaan dan kelembapan perlu diperhatikan |
| Perawatan setelah pemasangan | Tetap perlu menjaga lantai dari genangan berkepanjangan | Hindari genangan dan kelembapan berlebih |
Baca Juga: Perbedaan Vinyl Stiker dan SPC Flooring
Apa yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih?

Sebelum memilih antara SPC flooring dan SPC Flooring, perhatikan juga kondisi ruangan dan kebutuhan penggunaan. Beberapa faktor yang dapat membantu unruk menentukan material yang paling sesuai.
- Kondisi ruangan: Perhatikan apakah flooring akan digunakan di area kering atau ruangan yang memiliki tingkat kelembapan lebih tinggi.
- Paparan air: Pertimbangkan seberapa besar kemungkinan lantai terkena tumpahan, cipratan, atau air dalam aktivitas sehari-hari.
- Konsep interior: Sesuaikan motif, warna, dan karakter permukaan flooring dengan daya interior yang ingin diterapkan
- Aktivitas di dalam ruangan: Pertimbangkan intensitas penggunaan ruangan dan aktivitas yang berlangsung di atas lantai.
- Kondisi lantai dasar: Pastikan permukaan lantai sudah rata, bersih, dan sesuai dengan kebutuhan pemasangan flooring yang dipilih.
- Kebutuhan perawatan: Pilih material yang metode perawatannya sesuai dengan waktu dan cara perawatan yang bisa anda lakukan secara rutin.
Kesimpulan, Pilih Laminate Flooring atau SPC Flooring?
Setelah memahami perbedaan SPC flooring dan laminate flooring, pilihan terbaik tergantung pada kondisi ruangan dan kebutuhan penggunaan. Keduanya memiliki karakter yang berbeda sehingga tidak ada satu jenis yang paling sesuai untuk semua kebutuhan.
SPC flooring lebih sesuai jika anda membutuhkan material dengan ketahanan terhadap air dan struktur yang stabil. Sedangkan laminate flooring menjadi pilihan jika ingin mengutamakan tampilan kayu untuk area interior yang relatif kering.
Pada akhirnya memilih flooring tidak hanya menentukan motif yang terlihat menarik, sesuaikan pilihan dengan kondisi ruangan, tingkat paparan air, konsep interior, dan aktivitas di dalamnya. Dengan pertimbangan ini, Anda bisa menentukan SPC flooring atau laminate flooring yang paling sesuai dengan kebutuhan anda.
Sudah menentukan flooring yang sesuai untuk proyek anda? Temukan pilihan SPC flooring yang berkualitas dengan berbagai motif dan karakter dari DR.HOUZ untuk melengkapi kebutuhan interior anda.
FAQ
Tidak sepenuhnya. SPC flooring tersedia dalam berbagai motif, seperti kayu, batu, dan desain dekoratif lainnya. Sementara itu, laminate flooring lebih banyak menghadirkan tampilan yang menyerupai kayu dengan beragam warna dan pola.
Ya. Motif dan warna SPC flooring dapat memengaruhi karakter visual sebuah ruangan. Motif kayu dapat memberikan kesan hangat, sedangkan motif batu atau desain tertentu dapat menciptakan tampilan yang lebih modern.
Keduanya memiliki peran yang berbeda. SPC flooring dan laminate flooring menentukan karakter dasar material, sedangkan kualitas produk dapat memengaruhi performa dan ketahanannya. Karena itu, perhatikan spesifikasi dan kualitas produk sebelum membeli.
